Senin, 09 Juni 2025

“Perhitungan Titik Impas (BEP) pada Usaha Bolu Pisang Nurul untuk Mendukung Keberlanjutan UMKM Rumahan”

Ditulis Oleh : Meily Wiranti


   
                        




    Usaha kecil rumahan seperti "Bolu Pisang Nurul" yang dijalankan oleh mahasiswa sebagai pekerjaan sampingan merupakan contoh nyata kontribusi UMKM terhadap perekonomian lokal. Meskipun skala usaha terbatas, pengelolaan keuangan yang cermat sangat penting agar usaha dapat bertahan dan terus berkembang. Keberhasilan usaha ini sangat bergantung pada kemampuan menghasilkan keuntungan, yakni ketika pendapatan dari penjualan melebihi total biaya yang dikeluarkan. Sebaliknya, apabila biaya melebihi pendapatan, usaha akan mengalami kerugian. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu memahami dan mengaplikasikan konsep Break Even Point (BEP) sebagai alat strategis untuk menentukan batas minimal penjualan guna menjaga kesehatan dan keberlanjutan usaha. 
    Titik impas atau Break Even Point merupakan kondisi di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga usaha tidak mengalami keuntungan maupun kerugian. Penentuan BEP didasarkan pada perhitungan biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan. Analisis ini sangat berguna untuk menentukan batas minimal penjualan agar usaha tidak merugi, sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan. Dengan mengetahui titik impas, pelaku usaha dapat mengelola penjualan lebih efektif melalui margin of safety sebagai antisipasi jika terjadi penurunan penjualan, sehingga kerugian dapat diminimalisir. 
    Artikel ini akan membahas perhitungan BEP pada usaha "Bolu Pisang Nurul" sebagai strategi penting dalam menjaga keberlanjutan UMKM rumahan. Hasil analisis diharapkan dapat membantu pemilik usaha dalam menetapkan target penjualan, mengelola biaya secara efisien, dan mengambil keputusan yang tepat agar usaha tetap kompetitif dan berkelanjutan di pasar. 
Di bawah ini adalah ilustrasi cara menghitung BEP pada usaha bolu pisang berdasarkan data yang ada. 

Gambaran Usaha Bolu Pisang 

    Usaha bolu pisang ini beroperasi selama 4 hari dalam seminggu, atau sekitar 16 hari dalam sebulan. Harga jual bolu pisang adalah Rp 3.000 per pcs, dengan target penjualan 60 pcs per hari, atau sekitar 960 pcs per bulan. 

Biaya Tetap (Fixed Cost):


Biaya Variabel Per Hari

Harga Jual dan Penjualan





Perhitungan Break Even Point (BEP)

    Untuk mengetahui titik impas atau Break Even Point (BEP), langkah awal yang dilakukan adalah menghitung biaya variabel per unit. Biaya variabel per hari sebesar Rp70.200, sedangkan produksi rata-rata per hari adalah 60 pcs. Maka, biaya variabel per unit dihitung dengan cara membagi total biaya variabel per hari dengan jumlah produksi per hari. Maka perhitungannya sebagai berikut:



1. Hitung BEP per Unit:

    Setelah mengetahui biaya variabel per unit, selanjutnya dilakukan perhitungan BEP per unit, yaitu jumlah minimal produk yang harus dijual agar tidak mengalami kerugian. 

    Artinya, pemilik usaha perlu menjual minimal 29 pcs bolu pisang per hari agar bisa menutupi seluruh biaya tetap dan biaya variabel, tanpa mengalami kerugian maupun keuntungan.

2. Hitung BEP dalam Rupiah (Omzet)

    Selain menghitung BEP per unit, penting juga untuk menghitung BEP dalam bentuk nilai rupiah (omzet). Hal ini dilakukan agar pemilik usaha mengetahui batas pendapatan minimal yang harus diperoleh agar usaha tetap berjalan tanpa merugi. 


Artinya, omzet minimal harian yang harus dicapai adalah Rp87.000 agar usaha tidak merugi.

Kesimpulan

    Perhitungan Break Even Point (BEP) sangat penting dalam pengelolaan usaha rumahan seperti Bolu Pisang Nurul. Berdasarkan analisis, usaha ini perlu menjual minimal 29 pcs bolu pisang per hari atau mencapai omzet sekitar Rp87.000 per hari untuk menutupi seluruh biaya operasional tanpa mengalami kerugian. Dengan mengetahui titik impas ini, pelaku usaha dapat menetapkan target penjualan yang realistis dan menyusun strategi pemasaran yang tepat sasaran. Selain itu, informasi BEP membantu mengantisipasi kemungkinan penurunan penjualan, menjaga kestabilan usaha, serta mendorong keberlanjutan UMKM agar tetap eksis dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Perhitungan Titik Impas (BEP) pada Usaha Bolu Pisang Nurul untuk Mendukung Keberlanjutan UMKM Rumahan”

Ditulis Oleh : Meily Wiranti                                   Usaha kecil rumahan seperti "Bolu Pisang Nurul" yang dijalankan ole...